Skip to main content

Apa itu Qoloquium?


Colloquium adalah forum akademik yang mempertemukan mahasiswa, dosen, akademisi, peneliti, dan praktisi untuk memaparkan, mendiskusikan, mengkritisi, serta mengembangkan gagasan dan hasil penelitian. Mahasiswa tidak hanya mendengar materi, tetapi dilatih untuk menyampaikan argumentasi ilmiah, menerima kritik, dan membangun perspektif akademik.

Sementara itu, Rihlah Ilmiah merupakan perjalanan akademik yang dirancang untuk memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui kunjungan ke perguruan tinggi, lembaga pendidikan, pusat penelitian, pesantren, perpustakaan, atau institusi lain yang relevan.

Jika kedua konsep tersebut digabungkan, Colloquium/Rihlah Ilmiah Pascasarjana IAIP dapat dimaknai sebagai:

Perjalanan intelektual dan akademik mahasiswa Pascasarjana untuk belajar, berdiskusi, meneliti, berbagi pengalaman, membangun jejaring, sekaligus memperluas perspektif keislaman dan kependidikan melalui interaksi langsung dengan lingkungan akademik dan lembaga pendidikan lainnya.

Nilai yang ingin dibangun

Kegiatan ini dapat menjadi bagian dari academic culture Pascasarjana IAIP dengan beberapa tujuan utama:

  • Memperkuat budaya akademik dan tradisi ilmiah mahasiswa.
  • Meningkatkan kemampuan komunikasi dan presentasi ilmiah.
  • Melatih berpikir kritis, analitis, dan terbuka terhadap perbedaan perspektif.
  • Memperkaya wawasan penelitian dan pengembangan keilmuan PAI.
  • Membangun jejaring dan kolaborasi dengan perguruan tinggi maupun lembaga pendidikan lain.
  • Menghubungkan teori dengan praktik pendidikan Islam di lapangan.
  • Mendorong mahasiswa menghasilkan penelitian yang relevan, inovatif, dan solutif.
  • Menanamkan semangat bahwa menuntut ilmu tidak terbatas pada ruang kelas.

Filosofi yang menarik

“Rihlah bukan sekadar perjalanan menuju suatu tempat, tetapi perjalanan menuju keluasan wawasan.”

Mahasiswa Pascasarjana tidak cukup hanya membaca buku dan mengikuti perkuliahan. Mereka perlu melihat bagaimana ilmu berkembang, bagaimana penelitian dilakukan, bagaimana perguruan tinggi lain membangun tradisi akademik, dan bagaimana pendidikan Islam menghadapi tantangan zaman.

Karena itu, Rihlah Ilmiah menjadi perjalanan dari ruang kelas menuju ruang-ruang pengetahuan, sedangkan Colloquium menjadi ruang untuk menguji dan mengembangkan gagasan.